Cara merayakan lebaran unik dilakukan oleh Bupati Wonogiri H. Danar Rahmanto. Orang nomor satu di Kota Gaplek itu mengajak istri dan sekitar 40 pejabat di lingkungan Pemkab untuk silaturahmi terhadap dua mantan Bupati Wonogiri sebelumnya, Selasa (6/9). Kedua mantan Bupati yang dikunjungi tersebut adalah H. Begug Poernomosidi di Fajar Indah, Solo dan H. Oemarsono di Sragen.
Kamis, 15 September 2011
HAORNAS, TIM BUPATI BEKUK TIM CAMAT 1 - 0
Memperingati Hari Olahraga (Haornas) 2011, Pemerintah Kabupaten Wonogiri menggelar pertandingan sepakbola antara tim kesebelasan Bupati Wonogiri melawan tim Kesebelasan Camat Wonogiri. Pertandingan berlangsung di lapangan Pringgodani Wonogiri, Jumat (9/9). Mesti didominasi pemain paruh baya, namun semangat dan spirit terlihat pada masing-masing pemain. Tim Bupati Wonogiri terdiri dari beberapa unsur pimpinan SKPD ditambah Ketua DPRD Kabupaten Wonogiri Wawan Satyo Nugroho, S.Sos.
Layaknya pertandingan profesional, kedua tim mengenakan kaos kebesaran yang seragam serta ada official tim dan pelatih. Sejumlah Pejabat lainnya dan pegawai Pemkab bertindak sebagai penonton dan suporter dari tribun. Untuk menambah semarak suasana, ada komentator lapangan. Sarko, S. Sos, MM dari Bagian Kesra Setda bertindak sebagai komentator lapangan dengan banyolan-banyolan segar dan komentar-komentar yang sering membuat penonton terpingkal-pingkal.
Pada awal dan akhir pertandingan, Tim Bupati menguasai permainan. Umpan-umpan panjang dan pendek terus dilancarkan ke arah gawang lawan. Alhasil, Tim Bupati menang 1-0 atas Tim Camat. Kemenangan 1-0 tersebut lahir lewat tendangan bebas Kepala Satpol PP Drs. Edi Martono, MM ke mistar gawang lawan di menit ke-15 babak pertama.
Jumat, 26 Agustus 2011
124 Desa akan gelar Pilkades
Warga di 124 desa di Wonogiri yang akan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) seiring berakhirnya masa jabatan kepala desa setempat bisa berlega hati. Pasalnya anggaran untuk pelaksanaan kegiatan itu telah dimasukkan pada Kebijakan Umum Anggaran, Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2012 walau jumlahnya turun dibanding tahun sebelumnya.
Dengan pengalokasian anggaran tersebut maka 132 desa di Wonogiri bisa menggelar Pilkades pada tahun mendatang. Rinciannya 8 desa telah dianggarkan pada KUA PPAS sedangkan 124 desa baru dianggarkan pada pembahasan KUA PPAS pekan ini.
Pernyataan itu disampaikan Kepala Bagian Pemerintahan Desa (Kabag Pemdes) Sriyono saat ditemui, di pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (25/8). Menurutnya, selain anggaran Pilkades, Pemkab Wonogiri juga mengalokasikan anggaran bagi perangkat desa yang purnatugas. “Kami cukup lega, setelah anggota badan anggaran mengalokasikan anggaran tambahan Pilkades dan tunjangan penghargaan bagi perangkat yang sudah purnatugas pada sidang kemarin (Selasa).”
Lebih lanjut Sriyono mengatakan anggaran Pilkades per desa senilai Rp 16,5 juta atau lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang mengalokasi anggaran Pilkades senilai Rp 17,5 juta/desa. Karenanya, Sriyono berharap panitia melakukan efisiensi. “Namun jika terdapat kekurangan masing-masing desa bisa menambah anggaran melalui DAD (dana alokasi desa-red) setempat,” jelasnya.
Ratusan Aparat Pemkab Wonogiri Amankan Idul Fitri
Gb.Bupati Danar Lakukan Pemeriksaan Pasukan
Polres Wonogiri dan jajaran terkait menggelar Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Ketupat Pengaman Lebaran 2011/1432 H yang dilakukan di Alun-alun Giri Krida Bhakti Wonogiri, Senin (22/8). Bertindak sebagai inspektur upacara (irup) dalam upacara tersebut, Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto.
Kapolres setempat AKBP Ni Ketut Swastika menyebutkan pihaknya mengerahkan sedikitnya 400 aparat gabungan TNI/Polri, Dishubkominfo, Kesbangpolinmas, Pramuka, PMI serta Senkom untuk mengamankan Lebaran di daerah tersebut.
Sementara itu, Bupati Wonogiri H Danar Rahmanto menyatakan, personil keamanan siap mengamankan wilayah Wonogiri saat mudik mendatang. “Misalnya saja ada penjahat dengan kendaraan bermotor personil kita juga sigap dengan kendaraan yang setiap saat siap digunakan,” kata bupati.
Menjawab pertanyaan wartawan, orang nomor satu di Pemkab Wonogiri ini menyatakan pihaknya akan menggelar acara open house dengan masyarakat luas usai solad Idul Fitri 1 Syawal 1432 H mendatang. Menurut Bupati Danar, dirinya bersama keluarga hanya akan berlebaran di rumah dinas saja setelah mengikuti open house dengan Gubernur Jateng H Bibit Waluyo.
WONOGIRI JUARA I SAPTA PESONA TINGKAT NASIONAL
Kontingen Gerakan Pramuka Kabupaten Wonogiri berhasil meraih juara pertama dalam lomba Sapta Pesona pada Jambore Nasional (Jamnas) 2011. Jamnas 2011 digelar di Bumi Perkemahan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.
Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto menyampaikan apresiasinya saat memberikan amanat di upacara peringatan HUT ke-61 Pramuka di Lapangan Giri Kridha Bhakti Wonogiri, Senin(15/8). “Terima kasih, saya ikut bangga atas kesuksesan adik-adik yang telah membawakan nama harum Kabupaten Wonogiri di tingkat nasional,” katanya.
Prestasi itu tidak saja membanggakan semua anggota kontingen, tapi juga bagi para pembimbing. ”Pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan berskala nasional tersebut dapat dijadikan pedoman untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kegiatan kepramukaan di Kabupaten Wonogiri, agar kelak ketika maju ke Jamnas lagi dapat meraih keberhasilan yang lebih meningkat lagi,” ujarnya.
Bupati berharap Pramuka akan dapat merevitalisasi gerakannya “Saya minta upaya merevitalisasi Pramuka jangan sekadar formalitas, tapi sampai menyentuh esensi eksistensinya agar gerakan Pramuka dapat dikembangkan sesuai dengan visi dan misinya.”
Kamis, 02 Juni 2011
Pasar Desa Temboro Raih Juara II Nasional
Gb. Presiden RI - Susilo Bambang Yudhoyono
Pernyataan itu disampaikan Ketua DPRD Wonogiri, Wawan Setya Nugraha dan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermas) Wonogiri, Semedi. “Penyerahan penghargaan diterima langsung oleh Kades Temboro, Rukiyo. Kami bersama Ketua DPRD, Wawan SN dan Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto hadir di acara itu,” ujar Semedi, kepada Espos Selasa (30/5/2011).
Ketua DPRD Wonogiri, Wawan menyatakan penyerahan penghargaan dilaksanakan pada acara peringatan Gerakan Nasional Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat ke-8 dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-39, Selasa.
Senin, 30 Mei 2011
WONOGIRI INGIN KEMBANGKAN WISATA BENGAWAN SOLO PURBA
Gb. Endapan di lembah bekas aliran sungai bengawan solo purba dimanfaatkan sebagai sawah dan kebun
Kabupaten Wonogiri genap berusia 270 tahun pada tanggal 19 Mei 2011. Bagaimana perkembangan dan dinamisasi di usia 270 tahun serta tantangan apa yang akan dihadapi Bupati H. Danar Rahmanto dan Wakil Bupati Yuli Handoko, SE ? Menyambut HUT ke-270 Kabupaten Wonogiri, secara khusus Bupati bersama Wakil Bupati didampingi Sekda Drs. Budisena, MM dan Para Staf Ahli Bupati, digelar jumpa pers bersama wartawan cetak dan elaktronik yang ada di Wonogiri di Ruang Dinas Bupati, Rabu (18/5).
Bupati menyatakan aspek industri dan wisata masih menjadi tumpuan bagi kabupaten ini. Dengan mengembangkan potensi daerah, investasi dipandang bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Dijelaskan, selama enam bulan masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Yuli Handoko, SE sudah ada delapan kerja sama dengan pihak lain. Kerja sama tersebut berhubungan dengan pemerintahan maupun kepentingan masyarakat.
Sedangkan di sisi pengembangan pariwisata, sejumlah proyek dari kepemimpinan terdahulu akan dilanjutkan seperti jagat spiritual dan Museum Karst di Kecamatan Pracimantoro serta pengembangan obyek wisata Waduk Gajah Mungkur. “Kita sudah komunikasi dengan pihak Jasa Tirta selaku pengelola lahan di area waduk untuk kembangkan pariwisata. Jadi tidak hanya sebatas wisata perairan saja. Juga akan dikembangkan Museum Karst yang saat ini cenderung ditinggalkan. Kami ingin lebih spesifik lagi, karena di wilayah selatan ada sejarah unik,” katanya.
Sejarah itu, lanjutnya, adalah aliran Bengawan Solo Purba, yang karena adanya subduksi lempeng Australia membuat wilayah Wonogiri selatan terdongkrak. Sehingga aliran air kini menuju utara. “Rencana akan kita undang ahli geologi dan sejarah kenapa bisa itu terjadi, akan dikemas dan dimasukkan ke museum karst. Dalam bentuk visualisasi tiga dimensi. Hingga saat ini pun jejak Bengawan Solo Purba itu masih ada,” jelasnya.
Masih ada sungai bawah tanah di wilayah Gebangharjo, Pracimantoro. Yang juga akan disajikan dalam bentuk visual dengan melibatkan ahli. Sedangkan untuk jagat spiritual tidak hanya bangunan ibadah saja yang dibuat. Namun akan dilengkapi dengan museum serta sejarah masuknya masing-masing agama ke Indonesia. Bahkan bila ada saat masuk ke Wonogiri.
Langganan:
Postingan (Atom)




